Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu salat atau sembahyang. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh.
beduk adalah suatu benda yang digunakan / diletakan di masjid . bahan dasar kayu uang di lobangi dan bahan dasarnya dari kayu rotan , derum, kayu trembess untuk kulit bedug itu yaitu kulit sapi.manfaat bedug yersebut sebagai alat / tanda pemberian informasi, bedug ini biasanya sering digunakan atau diletakan dimasjid, nada bedug memberikan tanda - tanda waktu sholat tiba, sebagai alat tradisi agama islam yaitu orang meninggal agar masyarakat dapat mengetahui warga di sekitar tempat mereka tinggal ada yang berpulang di panggil yang naha kuasa.
bedug juga banyak digunakan kan orang di zaman sekarang sebagai sebuah tarian atau pengeringan pegelaran atau antraksi sebuah kesenian tradisional. bedug juga masih sangat di gunakan sampai dari zaman dahulu hingga sampai zaman sekarang dan di gunakan pada kemiripan yang sama namun di zaman sekarang bedug sudah lebih moderan ketimbang dahulu. bedug juga sangat banyak kreasi nya karena mengikutu perubahan zaman yang moderen sekarang.
- Fungsi sosial: bedug berfungsi sebagai alat komunikasi atau petanda kegiatan masyarakat, mulai dari ibadah, petanda bahaya, hingga petanda berkumpulnya sebuah komunitas.
- Fungsi estetika: bedug berfungsi dalam pengembangan dunia kreatif, konsep, dan budaya material musikal.
Cara pembuatan sederhana[sunting]
Pada awalnya, kambing atau sapi dikuliti. Kulit hewan yang biasa dibuat sebagai bahan baku bedug antara lain kulit kambing, sapi, kerbau, dan banteng. Kulit sapi putih memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kulit sapi coklat. Sebab, kulit sapi putih lebih tebal daripada kulit sapi coklat, sehingga bunyi yang dihasilkannya akan berbeda disamping, keawetannya yang lebih rendah. Kemudian, kulit tersebut direndam ke dalam air detergen sekitar 5-10 menit. Jangan terlalu lama agar tidak rusak. Lalu, kulit dijemur dengan cara dipanteng (digelar) supaya tidak mengerut. Setelah kering, diukur diameter kayu yang sudah dicat dan akan dibuat bedug. Seteleh selesai diukur, kulit tersebut dipasangkan pada kayu bonggol kayu yang sudah disiapkan. Proses penyatuan kulit hewan dengan kayu dilakukan dengan paku dan beberapa tali-temali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar