Kamis, 09 Januari 2014

model pola komunikasi dan penerapan nilai-nilai pancasila dalam konsep "net citizen"



Model pola komunikasi sistem komunikasi dengan media internet
            Dalam kehidupan sehari-hari manusia memerlukan hiburan, komunikasi dan informasi. Kebutuhan akan informasi tersebut di dapatkan dari berbagai media komunikasi yaitu melalui media massa. Media massa terbagi menjadi 2, yaitu media cetak  yang di dalamnya mencakup surat kabar, majalah, tabloid,  buku teks, news letter, dan bulletin dan media elektronik yang di dalamnya mencakup radio, televisi, internet, dll.
            Informasi yang di butuhkan semakin banyak dan semakin cepat, hal tersebut bisa di dapatkan melalui media internet. Pemanfaatan internet dalam proses berkomunikasi semakin popular, saat ini facebook dan twitter paling banyak di minati, baik itu ibu rumah tangga, pelajar / mahasiswa, bahkan para pekerja kantoran.
            Melalui internet, kita bisa mengetahui berbagai situs dan fungsinya masing – masing  serta dapat menyebarkan informasi kepada publik secara luas dengan informasi yang beragam sehingga kebutuhan akan informasi yang di butuhkan oleh khalayak bisa dengan mudah di peroleh.
            Proses komunikasi internet yaitu pesan-pesan media menyebar kepada audiens atau kahalayak dan secara langsung memperoleh feedback atau respon dari khalayak.sehingga internet sebagai media komunikasi memiliki penawaran imteraktif yang dinamis terhadap penggunanya, jauh melebihi penawaran interaktif yang di sediakan oleh televisi dan radio.
            Dari pola komunikasi sistem komunikasi menggunakan media internet, informasi yang di butuhkan lebih cepat dan dinamis sehingga memudahkan para pengguma internet.





Penerapan nilai – nilai pancasila dalam konsep ‘ net citizen ‘
            Saat ini kemajuan teknologi membuat seseorang tak lagi harus menjadi wartawan atau jurnalis saat ia ingin menyampaikan gagasan atau informasi pada sebuah media. kegiatan tersebut di kenal dengan istilah citizen journalism.
Citizen Journalism yang jika diartikan menurut bahasanya berarti jurnalisme warga yaitu aksi dari warga kota/negara yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisa, serta diseminasi berita dan informasi. Karena tidak terikat dengan salah satu profesi tertentu maka citizen journalism dikategorikan sebagai jurnalisme publik. Maksud dari partisipasi publik ini untuk menghadirkan independensi, reliabilitas, akurasi, dan relevansi informasi yang ada dalam demokratisasi.
Dalam penyampaian gagasan, ide atau pun informasi dengan media intenet, kegiatan net citizen bisa mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam informasinya tersebut. Adapun yang kita ketahui bersama lima sila dalam  Pancasila adalah:
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh khikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jika dalam gagasan, ide, informasi yang kita sampaikan dengan media internet mampu memuat nilai-nilai Pancasila tentunya hal ini mampu membentuk komunikator dan komunikan internet yang berlandaskan Pancasila. Sehingga kehidupan berwarga negara yang damai, adil, sejahtera dan sebagainya bisa terwujud.

seandainya saya mahasiswa di negeri asing




Seandainya saya mahasiswa di Los Angeles
Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita, setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
Andai saya mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di luar negeri, saya ingin kuliah di University of California Los Angeles (UCLA). Alasan saya ingin kuliah University of California Los Angeles (UCLA), karena UCLA adalah universitas riset negeri dan merupakan salah satu universitas terpopuler di Amerika. Los Angeles merupakan wilayah metropolitan terpadat di dunia dan yang terbesar kedua di Amerika Serikat. Los Angeles juga merupakan ibu kota County Los Angeles, salah satu county terpadat dan paling beragam etnisnya di Amerika Serikat, sementara seluruh wilayah Los Angeles sendiri diakui sebagai kota besar yang paling beragam di negara Amerika Serikat.
Los Angeles adalah pusat dunia bisnis, perdagangan internasional, hiburan, budaya, media, mode, ilmu pengetahuan, olahraga, teknologi, dan pendidikan terdepan, dan merupakan kota terkaya ketiga di dunia dan kota paling kuat dan berpengaruh kelima di dunia. Kota ini adalah tempat berdirinya berbagai institusi yang mencakup berbagai bidang profesional dan budaya dan merupakan salah satu mesin ekonomi terpenting di Amerika Serikat.Sebagai basis Hollywood, kota ini dijuluki "Ibu Kota Hiburan Dunia", yang memimpin pembuatan produksi televisi, permainan video, dan musik rekaman kelas dunia. Bisnis hiburan di kota ini mendorong banyak selebriti menetap di Los Angeles dan pinggiran kotanya.
Karena kota Los Angeles termasuk di dalam bagian negara Amerika Serikat, jadi untuk berkomunikasi di sana menggunakan bahasa inggris. Ada beberapa cara untuk merasa nyaman berkomunikasi dengan orang – orang yang baru kita kenal yaitu, memberikan kesan antusias berbicara dengan mereka, beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka, mendengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan, beri kontak mata yang lama dan berikan senyum terbaik kita kepada mereka.
Budaya berpakaian di sana tidak jauh beda dengan budaya kita di Indonesia, Cuma cara berpakaian yang sedikit seksi menjadi ciri khas mereka. Kita tidak harus mengikuti cara berpakaian mereka, cukup menjadi diri kita sendiri membuat kita lebih bangga.

Rabu, 06 November 2013

VICKYNISASI “Sebagai gejala komunikasi bahasa baru” yang berefek negatif

Di susun oleh kelompok HARMONISASI
SEMESTER 7
ILMU KOMUNIKASI
SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PAHLAWAN 12
SUNGAILIAT BANGKA
TAHUN 2013
 
PENDAHULUAN
Nama Vicky Prasetya alias Hendrianto mendadak menjadi terkenal di seluruh dunia maya. Mantan tunangan seorang penyanyi dangdut Zaskia Gothic menjadi terkenal disebabkan konfrensi persnya diunggah ke situs video sharing Youtube. Tanpa ada beban sedikitpun, Vicky mengeluarkan tata bahasa gado-gadonya saat diwawancarai. Kata-kata seperti “kontroversi hati”, “konspirasi kemakmuran”,harmonisasi”, hingga “kudeta keinginan” bahasa inggris twenty nine my age dan lain sebagainya. Maka, tidak mengherankan jika di dunia maya bahkan di media massa cetak dan elektronik terutama televisi, nama Vicky banyak dibicarakan, dijadikan lelucon dan olok-olok .
Namun, tanpa disadari fenomena Vickynisasi seperti itu sudah lama terjadi dalam kehidupan kita. Hanya saja, kita tidak menyadari semua itu karena sudah terlalu terbiasa. Salah satu contohnya adalah, seperti yang pernah menjadi trend beberapa waktu yang lalu, penggunaan kata “secara” yang tidak pada tempatnya. Makna kata“secara” saat itu sempat berubah menjadi seperti kata “adalah”, sebagaimana sering diucapkan oleh mereka yang menyebut dirinya “anak gaul” (secara gue itu anak gaul gitu loch; secara kamu itu kan temanku dan lain sebagainya). Mereka yang lahir di dekade tahun 1960an dan 1970an dan tumbuh dewasa di era Orde Baru mungkin akrab dengan penggunaan kata “daripada” yang juga sebenarnya salah tempat. Namun, karena yang menggunakan adalah orang yang paling berkuasa saat itu, maka sepertinya tidak ada yang berani mengoreksi.
Fenomena-fenomena diatas menimbulkan efek negatif untuk komunikasi kita dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik benar yang sering dianjurkan saat kita mengenyam pendidikan mulai dari SD sampai sarjana bahkan saat kita berada di tempat kerja. Maka kelompok kami pun tertarik membahas mengenai VICKYNISASI “sebagai gejala komunikasi gaya baru” yang lebih banyak berefek negative daripada positif bagi budaya berbahasa kita.
PEMBAHASAN
A. VICKYNISASI sebagai gejala komunikasi gaya baru yang negatif
Susunan kalimat dalam bahasa kita, meskipun sebenarnya sudah memiliki bentuk baku, masih saja sering dipergunakan secara salah dan kurang efektif. Bahkan kesalahan-kesalahan tersebut masih bisa kita temukan dalam bahasa tulisan, yang seharusnya sudah melalui proses editing yang ketat sebelum diterbitkan.
Dalam konsep manusia Indonesia dewasa ini, bicara dengan gunakan kata terminologi asing  ialah sesuatu yang keren, intelek, dan berwibawa. Pemahaman ini mau tidak mau ada dan berkembang pesat dalam diri masyarakat Indonesia. Namun masalahnya jika digunakan pada kalimat yang salah maka akan membuat kesan intelek berubah menjadi sebaliknya. Dan hal ini akan membuat pergeseran makna kata tersebut.
Berikut ini adalah transkrip dari video konfrensi pers Vicky usai adakan pertunangan dengan Zaskia Gotik.
“DI usiaku saat ini… ya TWENTY NINE MY AGE, aku masih merindukan APRESIASI karena BASICALLY aku suka musik walaupun KONTROVERSI HATI-ku lebih menunjukkan KONSPIRASI KEMAKMURAN yang kita pilih, kita belajar pada HARMONISISASI pada hal yang terkecil sampai yang terbesar, ngga boleh ego terhadap satu kepentingan & MENGKUDETA apa yang menjadi keinginan. Ini bukan MEMPERTAKUT bukan MEMPERSURAM STATUTISASI KEMAKMURAN keluarga dia tetapi menjadi CONFIDENT. Kita harus bisa MENSIASATI KECERDASAN itu untuk LABIL EKONOMI kita lebih baik; aku sangat bangga.”
                                                                                                    
Melihat transkrip dari video konfrensi pers Vicky Prasetyo diatas maka bisa dilihat beberapa kata kata asing dan kata serapan juga bahasa Indonesia digunakan tidak sesuai dengan tempatnya sehingga maknanya jadi berubah bahkan terkesan tidak sesuai.
Inilah kehebohan sekaligus bencana besar terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar kedepannya, baik penulisan maupun pengucapan. Melihat dan menelaah lebih dalam bagaimana ucapan dan penulisan dari hasil transkrip video tersebut. Penulis beranggapan ini hal ini sangat berbahaya dan berpegaruh cukup besar, karena semakin lama kita fokus dengan “vikinisasi” maka kita akan makin terpengaruh dan terbiasa menggunakan bahasa yang salah itu walaupun sekedar untuk olok-olokan.
Karena Dalam Sistem komunikasi Indonesia Bahasa adalah budaya universal dengan asumsi dasar : komunikasi adalah proses budaya, pertukaran budaya antar per orangan, kelompok, massa . Dan budaya  merupakan keseluruhan gagasan & karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya (Koentjaraningrat :1997) . Jika vikinisasi berkembang menjadi komunikasi yang dibiasakan bukan tidak mungkin bisa menjadi budaya bahasa yang baru.
Namun pada kenyataannya media terus menjadikan kasus vikinisasi ini menjadi bahan berita mereka dan menyodorkannya pada penonton di Indonesia sebagai khalayak media. Kita akui juga vikinisasi ini sebagai sesuatu yang apabila orang mendengarnya akan membuat mereka akan tertawa.
Tetapi, dibalik itu semua ada tanggung jawab besar untuk kita, khususnya mahasiswa dan masyarakat Indonesia umumnya. Untuk dapat segera mungkin memberikan penjelasan bahwa penulisan dan ucapan Vicky pada video tersebut ialah salah . Jika berkaca pada pedoman pada kaedah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bukankah, bahasa Indonesia salah satu alat pemersatu bangsa ? Apalagi bahasa Indonesia terbentuk melalui ikrar Sumpah Pemuda dengan segala perjuangan mereka yang harus kita hargai. Kita semua sepakat akan hal itu. Tetapi, ironis dewasa ini, bahasa Indonesia telah kehilangan marwah dan wibawanya di masyarakat dunia, jangan dulu bicara dunia. Untuk masyarakat Indonesia sendiri yang gunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara telah mempermalukan bahasanya sendiri dengan melecehkan kebakuan bahasa Indonesia.
 Berbicara dengan campur adukan bahasa Indonesia dan bahasa asing layaknya makanan gado-gado, mengadopsi kata-kata asing tidak pada posisi yang benar. Dan adanya pemahaman bagi mereka, bahwa indikasi besar untuk dikatakan sebagai manusia intelek dilihat dari apakah bahasa mereka dipahami atau tidak, jika tidak artinya mereka berhasil jadi seorang intelek dan sebaliknya
Dengan alasan diatas maka  kelompok kami menganggap vickynisasi berefek negative dan ALAY karena :
·         Menggunakan bahasa Indonesia tidak sesuai EYD
·         Menggunakan bahasa serapan yang bertujuan untuk sok intelek tapi tidak benar
·         Merusak kaedah bahasa Indonesia kita yang diwujudkan dengan perjuangan melalui ikrar sumpah Pemuda
·         Menggunakan bahasa asing yang salah
·         Membuat komunikan yang menerima pesan tidak paham apa maksud pesannya.
·         Tujuan komunikasi adalah peningkatan status sosial agar dianggap punya pendidikan tinggi dan status sosial yang disejajarkan dengan pengusaha-pengusa muda yang sukses
B.Pengaruh gaya bahasa vicky (vikinisasi)
                        
Fenomena Vicky punya pengaruh besar dalam mempengaruhi pemahaman dan implementasi masyarakat Indonesia tentang penulisan dan pengucapan bahasa Indonesia yang baik dan benar kedepannya. Sebab, Vicky adalah tunangan dari zaskia gotik penyanyi dangdut yang sedang naik daun. Mereka berdua telah menjadi publik figur, disaat itu juga puluhan juta masyarakat Indonesia akan memperhatikan mereka dari ujung rambut hingga ujung kaki. Terutama tingkah laku seperti, gaya hidup. Dibantu lagi seringnya media massa yang terus- menerus memutarkan kembali video Vicky, menambah tersebarnya ‘virus-virus” Vicky.
Media massa dengan dahsyat dan giatnya saat ini sedang mendidik dan mengarahkan masyarakat Indonesia untuk berbicara dan menulis layaknya Vicky, inilah hal yang tidak pernah kita sadari. Sebenarnya, jika bahasa “Vickynisasi” tidak menjadi perhatian media. Penulis yakin, fenomena Vicky tidak akan punya pengaruh sebesar ini.
Berikut ini pencarian penulis bagaimana gaya bahasa Vicky (Vickynisasi) menjadi tren di berbagai kalangan masyarakat Indonesia sebagi dampak vickynisasi:
1.      Bahkan politikus terimbas oleh fenomena Vickynisasi seperti mantan ketua umum partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
2.      Lalu Bergaya 'Vickynisasi', Wali Kota Makassar ditegur Hakim. http://news.okezone.com/read/2013/09/19/339/868559/bergaya-vickynisasi-wali-kota-makassar-ditegur-hakim
4.      Terbaru, heboh! Video Syahrini bicara ala Vicky http://hot.detik.com/read/2013/10/16/132345/2386931/230/heboh-video-syahrini-bicara-ala-vicky
Dan masih banyak lagi mereka yang terpengaruh akibat fenomena Vicky dan gaya bahasanya. Segelintir manusia yang hanya berikan perhatian pada dampak negatif terhadap eksistensi bahasa Indonesia kedepannya. Mereka hanya sibuk jadikan ini sebagai lelucon semata.
C. Peran media sebagai penyebar “vickynisasi”
Berikut pendapat Menko Polhukam, Djoko Suyanto tentang peranan media dalam membentuk opini publik.
Sindonews.com,http://nasional.sindonews.com/read/2013/02/27/12/722347/djoko-media-memiliki-peranan-penting-membangun-opini-publik
 “Media memiliki peran strategis dan kekuasaan dalam membentuk opini dan konstruksi yang beredar di masyarakat. Baik buruknya suatu negara dapat dilihat dari mana media menghasilkan sudut pandang,”.
“Kekuatan pers bisa membentuk kenyataan, realita yang ingin disampaikan, ditonjolkan, maupun yang disingkirkan,” tambahnya.
Kita berharap media tidak lagi bermain-main dengan kekuatan dan peran strategisnya dalam membentuk opini/persepsi masyarakat. Memilih dan memilah hal yang ingin disampaikan ke masyarakat umum.
Media massa dengan dahsyat dan giatnya saat ini sedang mendidik dan mengarahkan masyarakat Indonesia untuk berbicara dan menulis layaknya Vicky, inilah hal yang tidak pernah kita sadari
Video konfrensi pers Vicky jika terus menerus di tayangkan baik di televisi dan transkripnya ditulis di media cetak baik koran, majalah bahkan di dunia maya. Akan dapat membentuk opini/persepsi masyarakat tentang gaya bahasa, kosakata, dan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Media punya kekuatan untuk bentuk opini/persepsi masyarakat, dan ciptakan tren baru di masyarakat. Buktinya saja, banyak masyarakat terutama kalangan remaja yang mulai ikut mempraktekkan penulisan dan pengucapan Vicky dalam video-video yang di unggah di situs youtube
Fenomena Vikcy tidak akan besar sebegitunya jika media tidak turut campur dalam pemberitaan Vikcy dan gaya bahasanya. Saat ini media membantu fenomena “Vickynisasi” dalam pembodohan kepada masyarakat Indonesia. Dan apabila yang dilakukan media saat ini terus berlanjut,  niscaya akan muncul “Vicky...Vicky” yang lain dan berikan dampak buruk pada kaedah penulisan dan pengucapan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
 
D. Dampak penggunaan bahasa “asing” terhadap bahasa kita
Bahasa sebagai bagian dari kebudayaan manusia bisa hilang. Paling terancam adalah bahasa yang digunakan di berbagai tempat terpencil di dunia.
Dalam zaman yang kian mengglobal, terhubung, dan homogen, bahasa yang dipakai di tempat terpencil tidak lagi terlindung oleh batas negara atau batas alam dari bahasa yang mendominasi dunia komunikasi dan perdagangan.
Dalam artikel Suara-Suara yang Sirna di National Geographic Indonesia edisi Juli 2012 disebutkan satu bahasa punah setiap 14 hari. Sebelum abad berganti, hampir setengah dari sekitar 7.000 bahasa yang dipakai di bumi mungkin akan punah, karena masyarakat mengganti bahasa ibunya dengan bahasa Inggris, Mandarin, atau Spanyol.
Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mayoritas kegagalan siswa SMA pada ujian nasional tahun ini ada pada Bahasa Indonesia dan Matematika. Mereka pelajar di sekolah-sekolah di wilayah perkotaan, seperti ibu kota provinsi atau ibu kota kabupaten/kota.
"Kenapa Bahasa Indonesia dan Matematika, harus kami analisis lagi," kata Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad di Jakarta, Kamis (24/5).
                                                            PENUTUP
A. Kesimpulan
·         Gaya bahasa Vickynisasi berdampak negative terhadap EYD
·         Vickynisasi adalah gaya bahasa orang sok intelek
·         Media massa menjadi media utama yang ikut bertanggung jawab terhadap pembodohan bahasa dengan menyodorkan secara terus menerus bahasa vickynisasi
B. Saran                                              
·         Mencintai bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam mewujudkan cita-cita Ikrar Sumpah Pemuda
·         Menggunakan bahasa asing atau serapan hanya sebagai pendukung komunikasi namun harus tetap benar dan sesuai penempatannya
·         Media massa harus mendidik dan menggiring penontonnya agar berbahasa Indonesia yang baik dan benar dan tidak terpengaruh dengan efek negative bahasa-bahasa prokem atau alay seperti vikynisasi.
                                                 DAFTAR PUSTAKA
http://news.okezone.com/read/2013/09/19/339/868559/bergaya-vickynisasi-wali-kota-makassar-ditegur-hakim
http://anjunofarofpki.blogspot.com/2013/10/media-bantu-fenomena-vickynisasi-dalam.html

Kamis, 13 Juni 2013

bedug



Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu salat atau sembahyang. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh.
beduk adalah suatu benda yang digunakan / diletakan di masjid . bahan dasar kayu uang di lobangi dan bahan dasarnya dari kayu rotan , derum, kayu trembess untuk kulit bedug itu yaitu kulit sapi.manfaat bedug yersebut sebagai alat / tanda pemberian informasi, bedug ini biasanya sering digunakan atau diletakan dimasjid, nada bedug memberikan tanda - tanda waktu sholat tiba, sebagai alat tradisi agama islam yaitu orang meninggal agar masyarakat dapat mengetahui warga di sekitar tempat mereka tinggal ada yang berpulang di panggil yang naha kuasa.
bedug juga banyak digunakan kan orang di zaman sekarang sebagai sebuah tarian atau pengeringan pegelaran atau antraksi sebuah kesenian tradisional. bedug juga masih sangat di gunakan sampai dari zaman dahulu hingga sampai zaman sekarang dan di gunakan pada kemiripan yang sama namun di zaman sekarang bedug sudah lebih moderan ketimbang  dahulu. bedug juga sangat banyak kreasi nya karena mengikutu perubahan zaman yang moderen sekarang.
  • Fungsi sosial: bedug berfungsi sebagai alat komunikasi atau petanda kegiatan masyarakat, mulai dari ibadah, petanda bahaya, hingga petanda berkumpulnya sebuah komunitas.
  • Fungsi estetika: bedug berfungsi dalam pengembangan dunia kreatif, konsep, dan budaya material musikal.

Cara pembuatan sederhana[sunting]

Pada awalnya, kambing atau sapi dikuliti. Kulit hewan yang biasa dibuat sebagai bahan baku bedug antara lain kulit kambing, sapi, kerbau, dan banteng. Kulit sapi putih memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kulit sapi coklat. Sebab, kulit sapi putih lebih tebal daripada kulit sapi coklat, sehingga bunyi yang dihasilkannya akan berbeda disamping, keawetannya yang lebih rendah. Kemudian, kulit tersebut direndam ke dalam air detergen sekitar 5-10 menit. Jangan terlalu lama agar tidak rusak. Lalu, kulit dijemur dengan cara dipanteng (digelar) supaya tidak mengerut. Setelah kering, diukur diameter kayu yang sudah dicat dan akan dibuat bedug. Seteleh selesai diukur, kulit tersebut dipasangkan pada kayu bonggol kayu yang sudah disiapkan. Proses penyatuan kulit hewan dengan kayu dilakukan dengan paku dan beberapa tali-temali.